Tuesday, 9 July 2013

Marketing VS Narketing

Marketing = PeMasaran
Narketing = PeNasaran

Ya, begitulah bunyi gojekan cerdas yang pernah muncul.
Penasaran, Anda pernah penasaran?? Pasti pernahkan?!
Penasaran adalah satu kondisi yang sangat tidak mengenakkan. Ngebot-boti ati, kalo orang jawa bilang.
Hal itu biasanya muncul karena rasa ingin tahu yang begitu besar tentang sesuatu hal.
Finally, itu mendorong seseorang untuk berjuang untuk mencari tahu jawaban rasa penasaran itu. Pokoknya kalo sampai belum tahu, rasanya akan makin ga enak. Jadi harus sampai ketemu jawabannya.
Naasnya, kalo sampai mati belum ketemu jawabannya, jadilah HANTU PENASARAAAN!!! HIiiiii syereeemmm...

Lalu apa hubungannya dengan Marketing??
Dalam dunia marketing (=pemasaran), seorang marketer dituntut untuk memiliki rasa penasaran yang besar.
Seperti kita tahu, market (=pasar) adalah dunia yang sangat dinamis, alias bergerak terus. Hal itu menuntut marketer untuk terus mencari tahu perkembangan market sampai detik terakhir. Kalo tidak begitu, bisa jadi ketinggalan "jaman", yang akibatnya sangat fatal untuk tingkat laku produk yang dijual.

Seorang marketer yang mempunyai jiwa penasaran yang besar akan sangat membantu memahami pasar. Karena dia akan terus mencari tahu jawaban sedetail-detailnya dan sebenar-benarnya. Akhirnya strategi marketing yang akan diterapkan pun pasti tepat sasaran. Tentunya omset pun akan mengikuti kan???

Jadi buat anda para penggiat/pelaku marketing... narketing itu penting.
Selamat menjadi marketing yang narketing.
Tapi jangan dibawa mati ya!!! Biar ga jadi hantu penasaran.

Sumber : http://marketerbodoh.blogspot.com/2012/07/marketing-vs-narketing.html

Multi Level Learning

Selama ini kita sering mendengar istilah MLM atau Multilevel Marketing tapi ada istilah yang hampir serupa tetapi jarang kita dengar, karena mungkin memang belum merakyat atau belum banyak digunakan, istilah itu yaitu MLL atau Multi Level Learning.

Ya, MLL adalah sebuah pengamalan dari ayat Al-Quran.. Balighuu 'Annii Walau Aayah... Sampaikanlah Ilmu walaupun satu ayat,... setiap orang bisa menjadi Guru untuk orang lain dengan cara sebelumnya berguru kepada orang lain yang bisa memberikan Ilmu..

Sebagai contoh : ada beberapa Pondok Pesantren yang menerapkan metode MLL ini, Kyai memberikan materi kepada Ustadz, Ustadz memberikan materi yang sama kepada santri senior, Santri senior memberikan materi kepada santri Yunior, Santri Yunior di tuntut untuk dapat membentuk kelompok kecil 5-10 orang yang terdiri atas orang-orang kampung sekitar seperti grup liqo, sehingga ilmu dari sang Kyai bisa tersebar ke masyarakat luas dengan cara yang mudah dan sederhana.

MLL ini bisa kita terapkan dibanyak kesempatan dalam hidup kita untuk mendapatkan kemanfaatan ilmu sebanyak-banyaknya.
There was an error in this gadget